Posted by: Ikeu | May 1, 2008

Tentang Watak Seseorang…

Ada pepatah yang mengatakan bila ada berita tentang pindahnya gunung, percayalah. tapi bila ada berita berubahnya watak seseorang jangan dulu percaya. Sebegitu susahnyakah merubah sebuah watak seseorang? Berikut ada sebuah kisah yang mengulas tentang hal itu. Kisah ini saya dapatkan dari tahajudcall.blogspot.com. via tk wordpress

Suatu hari, Seorang yang bijak ditemani salah seorang anaknya berjalan-jalan ke tempat yang sunyi. Keduanya berjalan dan akhirnya sampai di perkebunan dengan pohon-pohon yang indah, bunga-bunga yang harum, dan buah-buahnya yang ranum. Ada sebuah pohon kecil di pinggir jalan yang condong karena ditiup angin. Ujungnya hampir menyentuh tanah.

Bapak yang bijak itu berkata kepada anaknya, “Lihatlah pohon yang miring itu. Kembalikan ia kepada keadaannya yang semula.”
Anaknya pun bangkit menuju pohon itu. Dengan mudah dia berhasil meluruskannya.

Lalu keduanya berjalan lagi. Sekarang, keduanya sampai kepada sebuah pohon besar, batang-batangnya banyak yang bengkok. Bapak itu berkata kepada anaknya, “Anakku, lihatlah pohon ini. Betapa ia sangat memerlukan orang yang mau berbuat baik kepadanya untuk meluruskannya. Menghilangkan aib yang menodai­nya, dan menaikkan harganya di depan orang-­orang yang memandangnya. Kesanalah, lakukanlah apa yang kamu lakukan pada pohon sebelumnya.”

Anaknya tersenyum terheran-heran. Dia menjawab, “Aku bukan tidak mau berbuat baik. Hanya saja pohon itu tidak mungkin diluruskan, karena usianya yang sudah tua. Benar, itu mungkin bisa dilakukan pada saat ia masih muda. Kalau sekarang, mana mungkin?”

Bapak bijak itu mengagumi anaknya. Dia bahagia melihat anaknya yang cerdas dan bisa menjawab dengan tepat. Dia berkata, “Kamu benar, anakku. Siapa yang tumbuh di atas sesuatu, maka ia menjadi tabiatnya. Beradablah sejak kecil, niscaya adab itu selalu menemanimu sampai kamu dewasa.”

Kemudian keduanya pulang dan bapak bijak itu melantunkan syair,

“Budi pekerti itu berguna bagi bocah semasa kecilnya.Adapun pada masa kepala telah beruban, maka ia tidaklah berguna. Sesungguhnya jika kamu meluruskan ranting, maka ia bisa lurus. Sementara kayu, tidaklah mungkin kamu bisa meluruskannya.”

 

 

 

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: